Senin, 14 Desember 2009

andai aku dapat berandai ...


setiap detik adalah harta tak ternilai
yang dapat dinikmati setiap insan
tanpa harus meneteskan peluh
tanpa pula mencucurkan darah

andai kutahu apa keinginannya
akan kuberikan setiap detik milikku untuknya
tanpa perduli waktu tersisa
ataupun setetes embun saat fajar menjelang

kilat menyambar
ia menyimbolkan perpisahkan kita
yang terbuang
setiap detik
setiap waktu
setiap masa ...

Tuhan, ku ingin ia kembali
agar pertanda waktu yang kubuang tak akan sia-sia
dan selalu menjadi asa
kala cahaya mulai redup ...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar